Cara ampuh melindungi komputer dari serangan malware

 Malware lokal (yang sebagian besar adalah worm) akhir-akhir ini semakin banyak. Sudah banyak korban akibat serangan malware-malware ini. Yang terakhir adalah kspoold yang mengubah file doc dan xls menjadi exe serta menrusak file dbf dan juga worm yang mengubah file menjadi berformat gambar (bmp).

Untuk melindungi komputer dari serangan malware, banyak orang memasang antivirus dan juga tidak lupa rutin mengupdatenya. Namun demikian, banyak kasus terjadi dimana komputer yang sudah terpasang antivirus dengan update terbaru, tetap terinfeksi malware (worm, virus maupun trojan).

Salah satu alternatif perlindungan komputer dari serangan virus adalah dengan cara mencegah tereksekusinya file malware. Untuk melakukannya, kita dapat memakai salah satu fitur di Windows XP yaitu Software Restriction.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Pilih Start-Control Panel

2. Pilih Administrative Tools-Local Security Setting

3. Klik kanan di Software Restriction Policies, lalu pilih Create New Policies

4. Kemudian klik kanan di Additional Rule, dan pilih New Path Rule.

5. Di Kolom Path, masukkan drive dimana aplikasi di dalamnya tidak dapat dieksekusi. Karena kebanyakan malware menular dari flash disk, sebaiknya ketik drive di mana flash disk berada. Misalnya, jika flash disk ada di drive D maka ketikkan D:

6. Di Security Level pilih Disallowed

7. Pilih OK dan restart komputer. Semoga berguna.

Sumber :

http://support.microsoft.com/kb/310791

Help di Windows (Start-Help, isikan keyword Software Restriction)

13 thoughts on “Cara ampuh melindungi komputer dari serangan malware”

  1. bAGIAMANA KALAU FILE .DBF DAH TERLANJUR DIRUSAK ?

    @maaf, saya belum dapat informasi tools mempebaiki dbf. Tapi, anda bisa hubungi macancrew@yahoo.com. Katanya, rekan ini sedang membuat program memperbaiki dbf yg rusak. Syaratnya, anda kirimkan file dbf berukuran di atas 10 kb yg rusak

  2. KSpoold tidak hanya merusak file dbf tapi juga mdf milik SQLServer, kurang kerjaan juga si VM KSpoold. Ingat cerita pembuat virus Dark Avenger pada era 80an yang menyesal, sangat menyesal setelah virusnya menghancurkan banyak partisi dari banyak pemilik komputer didunia, jadi buat VM buatlah virus yang tidak merusak dan menggemaskan seperti Virus DIEHARD dan GBool yang ngetop tahun 90an, jangan karena dendam sama seseorang tapi banyak melukai hati orang yang tidak bersalah akibat ulah kamu.

    NB: Buat VM KSpoold, kalau tidak laku software buatanya jangan frustasi trus jadi merusak milik orang.

  3. Pingback: D3ni77’s Weblog
  4. iya, table dbf yg dirusak itu headernya doang
    jadi jika punya BACKUP (why that litlle thing always forgotten)
    gunakan/copykan hedaer dbf dr yg baik sebanyak 9 sector ke hedaer dbf yg dirusak. buang sisa sampah di bawah file sebesar 17 sector. safe jadi file dbf yg baru… selamat deh….

    begitu jg untuk sql.

    so…
    ga bisa terlalu mendetail
    software yg saya pake diskedit dan filefix dari norton utility jaman jebot……….

  5. silahkan pertimbangkan ya,,
    1.klo pake deep freeze *.exe file yang ada di local disk D akan damage dengan mudah oleh virus.(jika tidak di freeze)
    2.tidak semua virus bersembunyi di Local disk C, karna jika anda tidak menonaktifkan system restore, maka Virus akan berada di D_System Volume Information yang beratrribute Supper Hidden
    3.Bahkan setelah install ulang jika File antivirus anda
    terinfeksi oleh virus dan berada di D, jika anda double klik maka shortcutnya berada di system Volume Information.
    4.Tidak ada gunanya membackup data anda dengan antivirus
    tipsnya nih :
    1. jika ingin memakai file exe di D, ekstraklah terlebih dahulu.Bisa kok
    2. setelah instalasi Gunakan Deep Freeze 5.0,bkn 6.0 krn masih tembus virus pendekar blank sebelum anda mengexecute file yang dibutuhkan
    3.Turn Off system restore.
    jk ingin informasi lebih lanjut hubungi dokter,,,eh mav slh…post to kazhi_prasetyo@yahoo.com
    plis display ya bos…
    hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *