All posts by madsyair

Online Book: Forecasting- Principles and Practice

In May,2012, Prof. Rob J Hyndman has announced his new book about forecasting and co-​​authored with George Athana­sopou­los. This book ,Fore­cast­ing: prin­ci­ples and prac­tice, has published online in www.otexts.org/fpp/. It updates gradually, avail­able online and  free-​​of-​​charge. So, it can widely accessed  more people who interest about forecasting. This book also have  a fore­cast pack­age for R.  If you interest this book, yo can access it.

Jurnal gratis dari JSTOR

Jurnal merupakan hal yang sangat penting bagi para peneliti atau mahasiswa dari pelbagai jenjang sebagai sumber rujukan untuk menulis karya ilmiah mereka. JSTOR adalah salah satu  penyedia jurnal untuk pelbagai bidang ilmu seperti seni, ekonomi dan bisnis, hukum, statistik dan matematik, dll. Namun, untuk memperoleh jurnal dari JSTOR, kita harus mengeluarkan uang untuk membayar, yang menurut ukuran mahasiswa mungkin mahal. Bagi mahasiswa yang kampusnya sudah berlangganan, tentu hal ini tidak masalah karena biaya tersebut sudah ditanggung kampus. Untungnya saat ini kita bisa mengakses jurnal dari JSTOR dengan gratis, namun dibatasi hanya 3 jurnal masing-masing hanya untuk 14 hari. Jika kita ingin akses jurnal lagi, kita harus menunggu 14 hari kemudian.

Syarat kita bisa mengakses jurnal-nya JSTOR secara gratis adalah kita harus menjadi terdaftar dulu. Berikut ini langkah-langkah mendaftar di JSTOR.

  1.  Buka laman www.jstor.org. Lalu klik login

jstor_login   2. Klik Register

jstor_register

3. Isikan username, password, nama, dll. Pastikan yang bertanda bintang terisi semua.jstor_isi

4. Jika sudah lengkap, klik  By accessing and/or using JSTOR, you accept and agree to JSTOR’s Terms and Conditions dan isikan kode sesuai gambar captcha. Terakhir, klik Submit sehingga muncul laman MyJSTOR Registration Complete. 
registration complete

Sekarang kita sudah bisa langsung mencari jurnal.

5. Klik Menu JSTOR Home di pojok kiri atas.Kemudian isikan kata kunci judul artikel yang dicari.

jstor_search

6. Muncul daftar artikel sesuai kata kunci. Klik judul artikel yang kita inginkan. hasil_search

7. Kik Read Onlinejstor_free

8. Kik Add to Shelf

jstor_readfree

9. Artikel tersebut disimpan menjadi daftar yang bisa kita baca. Artikel ini berlaku 14 hari. Untuk membaca artikel tersebut, Klik Read.

jstor_read10. Untuk membaca online, klik View Full Screen. Jika ingin membaca halaman berikutnya,  klik tanda panah di pojok kanan atas. Jika ingin menyimpan, klik kanan di artikel tersebut, kemudian pilih save image as.jstor_artikelSemoga bermanfaat.

Perbedaan Bayesian dan Frekuentis

Dalam paradigma frekuentis, sampel random dari observasi memiliki distribusi tertentu dengan parameter yang tidak diketahui. Parameter tersebut diasumsikan tidak diketahui dan konstan.Sedangkan dalam paradigma bayesian, distribusi probabilita sampel random x memiliki parameter yang random dengan distribusi tertentu.

Menurut Bayesian Frekuentis
Parameter Random Variabel Tidak diketahui dan Konstan
Estimasi Titik Mean, Modus atau median posterior Estimator dari data berdasarkan MLE atau Moment
Estimasi Interval – Credible Interval, Interval dari distribusi posterior

– Post Data

– Interval Konfidensi, berisi parameter yang tidak diketahui berdasarkan sampel berulang
Uji Hipotesis Probabilita posterior dari hipotesis Melihat statistik uji dan daerah kritis
Model linier –  Asumsi error tidak hanya normal

–  Mengakomodasi bentuk mixture regresi

Asumsi error adalah normal

Tulisan lengkapnya silahkan didownload di sini

Sensus Penduduk 2010 Akan Pertimbangkan MDG’s

Harian Kompas pada Rabu, 9 Desember 2009 menampilkan berita tentang Sensus Penduduk 2010. Berikut ini isi beritanya.

Jakarta, Kompas – Badan Pusat Statistik kembali mengadakan sensus penduduk pada tahun 2010. Berbeda dari pelaksanaan sensus penduduk sebelumnya, Sensus 2010 akan mempertimbangkan berbagai indikator Tujuan Pembangunan Milenium serta data penduduk yang detail.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan seusai acara sosialisasi Sensus 2010 mengatakan, pendataan penduduk tersebut akan memberikan gambaran jumlah, dinamika, dan kemajemukan penduduk sehingga memungkinkan untuk menganalisis struktur penduduk.

Hasil pendataan nantinya ditujukan pula sebagai bahan evaluasi pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) hingga tingkat wilayah administrasi terkecil desa atau kelurahan. Target Tujuan Pembangunan Milenium, antara lain, penurunan tingkat kemiskinan dan kelaparan, pendidikan, angka kematian anak, angka kematian ibu, serta kesetaraan jender.

”Jika hanya menggunakan survei, sangat sulit melihat perkembangan pencapaian tujuan pembangunan milenium sesungguhnya karena survei sifatnya representasi dari populasi,” ujar Rusman, Senin (7/12).

Oleh karena itu, dibandingkan dengan sensus tahun 2000 yang menggunakan 17 variabel, pada sensus tahun 2010 variabel yang digunakan mencapai 43 varibel. Terdapat tambahan variabel soal lain yang lebih detail, mulai dari soal pendidikan seperti buta huruf hingga tingkat kematian ibu. Dengan kata lain, pendataan lebih komprehensif.

Data terkait pemberantasan kemiskinan yang juga menjadi salah satu Tujuan Pembangunan Milenium juga dapat dirumuskan dari hasil sensus tersebut. ”Dulu pengucuran Bantuan Langsung Tunai bagi masyarakat miskin menggunakan, antara lain, indikator kondisi rumah. Dengan sensus mendatang, beberapa variabel lain dapat digunakan untuk memotret kondisi kemiskinan, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan,” lanjut Rusman.

Rusman mengatakan, sensus kali ini jauh lebih ambisius. Data yang tersedia nantinya sampai menampilkan nama dan alamat. ”Sebagai contoh, data kecacatan, misalnya, akan diketahui nama, jenis cacatnya, dan tempat tinggalnya, sehingga institusi yang akan intervensi lewat program dapat lebih mudah untuk tepat sasaran,” ujarnya.

Data-data mikro seperti itu bermanfaat untuk penyusunan kebijakan dan menjadi acuan banyak kalangan. Adapun biaya penyelenggaraan sensus adalah sekitar Rp 3,3 triliun dari APBN.

Pelaksanaan sensus

Dalam sosialisasi, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf mengungkapkan, dalam Sensus 2010, pendataan penduduk dilakukan pada 1-31 Mei 2010. Selain mendata penduduk di tempat mereka biasa tinggal (minimal enam bulan), pada 15 Mei 2010 secara de facto akan dilakukan pengumpulan data secara serentak untuk penduduk yang tidak menetap, seperti tunawisma, anak buah kapal berbendera Indonesia, penghuni perahu, masyarakat terpencil, dan pengungsi.

Dia mengatakan, sensus penduduk tahun 2010 setidaknya melibatkan responden penduduk sekitar 232 juta di 64 juta rukun tetangga dengan jumlah blok sensus 726.000 blok.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, pihaknya akan merekrut petugas pencacah yang dinilai layak untuk menyensus penduduk. BPS akan mempekerjakan mereka memakai sistem kontrak dengan upah Rp 3 juta per bulan. BPS memperkirakan membutuhkan 700.000 petugas lapangan.

Mereka akan mendatangi semua rumah untuk mencatat nama penghuni dan alamat. Data sensus akan menjadi tolok ukur yang dipakai untuk kuantifikasi data sampai tahun 2020. ”Pendataan ini sangat monumental. Sekali tidak sempurna, data penduduk 10 tahun lagi tidak akan akurat,” ujar Rusman.

Pencacahan orang yang bekerja hanya akan menyangkut hal-hal yang umum. BPS hanya bertujuan mencatat apakah orang tersebut bekerja atau menganggur. Ada 20-an pertanyaan terkait bidang pekerjaan dan tidak akan menyentuh soal upah atau kelayakan hidup pekerja tersebut.

Data dasar sementara, seperti jumlah penduduk, sudah dapat diumumkan ke publik pada Agustus 2010. Data final dapat diperoleh paling lama satu tahun setelah sensus. Presiden RI direncanakan akan menyampaikan data jumlah penduduk Indonesia pada pidato kenegaraan 16 Agustus 2010. (INE/HAM)

Sumber: Kompas.com